Friday, March 21, 2008

Demo Anti Sawit dalam Seminar


Kawan2 aktivis SOB melakukan aksi demo menentang perkebunan kelapa sawit bertepatan dan pada kesempatan dalam ruangan Seminar Nasional Kelapa Sawit yang sedang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah [12.2.2008]

6 comments:

Inas said...

Saya setuju supaya kita menolak sawit, telah saya lakukan dengan menulis di Radar Banjar.
http://www.radarbanjar.com/berita/index.asp?berita=Opini&id=79280

Salam
Inas
http://baritobasin.wordpress.com

Nordin said...

terima kasih atas tulisan anada, bagus..kita harus bergandengan tangan untuk membela perampasan atas tanah2 rakyat yang dilakukan secara sistematik oleh penguasa dan modal

Anonymous said...

Memang anda benar, kalau hutan dapat habis karena sawit, tetapi apakah anda mau bertanggung jawab bila rakyat indonesia tidak makan, karena hanya hidup dari berladang berpindah, apakah anda mau bertanggung jawab kalau rakyat dipedalaman hanya hidup seperti binatang, hanya memikirkan hidup hari ini tidak memikirkan hari esok. Mungkin anda dan keluarga harus mencoba hidup dipedalaman dan hidup bersama mereka tanpa membawa bekal yang anda dapat dari Amerika itu.

Nordin said...

sdr anonymous.
Saya sdh kenyang hidup dihutan
bahkan sejak bayi sampai usia 7 tahun saya tdk mengenal yang namanya kota. anda ???

jadi saya tahu betul bagaimana gunanya hutan dan bagimana kebutuhan rakyat atas hutan dan sumber kehidupan lainnya dari seputar hutan dan sungainya.

MAsalah sawit, awalnya nampak manis, tp liaht beberapa wakktu kemudian. anda mau orag pedalaman, rakyat kecil menajdi pecundang ? menajdai tamu di rumah tanah lahirnya sendiri ? sementara pemodal yang entah darimana menguasai mereka dengan didukung oleh org2 seperti anda yang hanya membutuhkan jadi pecundang perusahaan saja untuk hidup. sekian

Macdawn said...

Saya juga setuju. saya orang Malaysia tapi tidak setuju kalu sawit di tanam dan merosak alam sekitar. tanah orang kita borneo ini hilang. warisan hutan kita hilang. mereka hanya penting kan duit dan wang (Money) saja.

agus said...

FRONT RAKYAT ANTI SAWIT (FRAS) Sulawesi Tengah telah dibentuk bulan lalu di Palu sebagai respon dari kasus-kasus sawit di Banggai-Luwuk. Saat ini FRAS bersama Persatuan Petani Singkoyo (PEPSI) dan Serikat Tani Tiondo (STT) telah melakukan aksi 3 kali di Polsek Kecamatan Toili, dan melakukan penghadangan di lokasi sawit milik PT.Kurnia-KLS. Saat ini penangkapan dan kriminalisasi terhadap petani sawit terus berdatangan dari pemilik KLS, Murad Husein. Namun tidak gentar, bahkan di Kecamatan Toili, seluruh desa sudah bersatu mau melakukan reklaiming 700 hektar dalam waktu dekat.Jika ini terjadi, maka, akan dilanjutkan hingga ke kecamatan Batui, dimana milik komprador Arifin Panigoro yaitu Medco dan LNG untuk Migas akan dilakukan perjuangan bagi kedaulatan REFORMA AGRARIA.Hidup kaum Tani.